Rangkuman Diskusi Tatalaksana Dermatitis Atopik


Rangkuman Diskusi Tatalaksana Dermatitis Atopik


Dermatitis atopik (DA) adalah peradangan kulit berulang dan kronis, dengan gejala
gatal yang domninan. Keluhan utama yang membawa pasien datang berobat adalah
pruritus (gatal). Keluhan gatal dapat hilang timbul sepanjang hari, tetapi sering kali
gatal memberat pada malam hari. Implikasinya pasien akan menggaruk lesi yang sering
kali menyebabkan perburukan klinis.
Faktor Risiko
Satu dari tiga (1:3) anak memiliki riwayat atopi. Wanita lebih banyak menderita DA
dibandingkan pria (rasio 1.3:1). Pasien dengan riwayat atopi memiliki risiko lebih tinggi
menderita dermatitis atopik, yaitu pasien dan atau keluarga dengan riwayat: rhinitis
alergi, konjungtivitis alergi/vernalis, asma bronkial, dermatitis atopik, dll.
Beberapa faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kejadian dermatitis atopik
adalah jumlah keluarga kecil, pendidikan ibu semakin tinggi, penghasilan meningkat,
migrasi dari desa ke kota, dan meningkatnya penggunaan antibiotik. Riwayat sensitif
terhadap wol, bulu kucing, anjing, ayam, burung, dan sejenisnya juga dilaporkan
sebagai faktor risiko dermatitis atopik.
Dermatitis atopik adalah penyakit kulit yang bersifat kronik, namun ada beberapa faktor
pemicu munculnya gejala yang memberat yaitu
1. Makanan: telur, susu, gandum, kedelai, dan kacang tanah.
2. Tungau debu rumah.
3. Sering mengalami infeksi di saluran napas atas (kolonisasi Staphylococus
aureus).
Diagnosis Dermatitis Atopik
Diagnosis DA ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang harus
terdiri dari 3 kriteria mayor dan 3 kriteria minor dari kriteria Williams (1994) di bawah
ini.



NASKAH LENGKAP DAPAT DIUNDUH DISINI



Related Posts:

0 Response to "Rangkuman Diskusi Tatalaksana Dermatitis Atopik"

Posting Komentar